Video bebas royalti dan gratis


Setelah bagi-bagi info tentang musik gratis, kali ini saya mau berbagi tautan-tautan video gratis. Barusan nemu website Coverr.co isinya klip-klip pendek yang cocok buat filler video ataupun tampilan latar website.
Filler video ini, biasanya klip-klip yang disisipin dalam sebuah film ataupun video untuk memperkuat, memperindah ataupun mengisi waktu agar pace dalam video lebih mengena. Misalnya dalam video yang saya buat di sini, ada beberapa klip gambar daun-daun ataupun bunga yang sebenarnya kalaupun tidak ada juga tidak mengubah alur cerita. tapi dengan ada filler, video tersebut terkesan tidak buru-buru meskipun durasinya hanya satu menitan.
Dengan adanya video-video gratis, kita gak perlu mengambil klip-klip pendek, kita cukup mencari yang pas saja. Meski kalo saya pribadi lebih suka ngambil sendiri dan bisa lebih menyatu aja dengan video yang diambil.
Berhubung baru nemu satu. Maka tautannya ya cuman satu itu di atas. Jika ada yang punya info lainnya, sila tinggalkan komentar saja.

Our Times (2015)

https://i.ytimg.com/vi/0HGiG9z2m74/maxresdefault.jpg

Entah kenapa tiap kali nonton film dengan tema masa sekolah, selalu ada perasaan “yaelah gue dulu ngapain aja, gak punya kisah sekeren ini”. Tentu saja bukan film Indonesia, entah kenapa belum pernah ada film roman Indonesia yang memberi feel seperti itu, haha. Bukan juga Korea, justru film produksi Thailand dan Taiwan yang paling menyentuh dinding memori ngenesnya hidup ini. wkwk.

Salah satu film tersebut adalah Our Times. Buat yang suka film Thailand “A little thing called love” atau film Taiwan “You are the Apple of My Eye” harusnya bakal suka nonton film ini.

Our Times, membawa kita ke tahun 90an. Jadi buat yang pernah hidup di era 90an pasti merasa nostalgic mulai dari permainan sepatu roda, pager, dan kaset tape.

Dan yang lebih penting adalah adanya surat ‘kutukan’ berantai. Pasti anak 90an pernah tuh tau surat fotokopian yang kalo di daerah gue dulu isinya tentang Penjaga makam Nabi Muhammad gitu deh dan harus disebarkan ke tujuh orang lainnya. Pernah tau kan? Hal itu lah yang jadi premis awal film ini, memberikan kutukan pada salah satu tokoh utamanya.

eh tapi, dulu waktu gue dapet surat berantai ini, gue abaikan gitu aja. Jangan-jangan gue ngenes selama ini karena kena kutukan itu? wkwk

(8/10)

musik bebas royalti dan gratis

Pernah unggah video di Youtube kemudian kena pelanggaran hak cipta gara-gara musik latar? Saya juga pernah. Ya karena saat itu cuman video lipsync sih. Ya, jelas melanggar. hhha. Nah buat yang suka bikin video terus ngasih musik latarnya dari lagu-lagu terkenal pasti kena tuh. Apalagi sekarang jamannya ngevlog.
Saya juga sering pakai lagu orang lain buat konten saya di Soundcloud yang isinya sih cuman baca-baca prosa gitu. Setelah ngeliat beberapa vlogger yang peduli dengan hak cipta, ada yang beli (jelas horangkayah) ada juga yang pakai gratisan dengan lisensi Creative Commons, seperti lisensi blog saya ini. Vlogger ini membagikan tautan musik-musik gratis. Untuk sementara ini, saya hanya tahu dua situs.

  1. Bensound.com
  2. twinmusicom.org
  3. www.playonloop.com (gratis untuk versi pendek)
  4. freemusicarchive.org
  5. orangefreesounds.com
  6. www.purple-planet.com
  7. incompetech.com

Buat yang tahu, silakan tinggalin komentar buat ditambahkan di daftar ini. Buruknya pake gratisan adalah musik di konten kita jadi mirip dengan kebanyakan orang. Hahaha.

Sekarang jadi kepikiran untuk memperbarui konten di SoundCloud pakai lagu yang bebas royalti dan gratis.

Kadar Kafein

Seperti yang pernah saya tulis, kalo saya kecanduan kopi. Banyak artikel yang bilang kafein itu berbahaya jika berlebihkan. Tapi kalau tidak berlebihan efeknya juga lumayan bagus untuk tubuh. Bahkan obat sakit kepala ada yang berbahan kafein. Paramex obatnya.

Dulu awal-awal mulai minum, setelah beberapa saat tubuh terasa berdebar, efek kafein mulai terasa. Kebiasaan minum kopi kayak minum sirum, langsung/cepet dihabisin. Semakin sering minum kopi mulai terbiasa akan kadar kafein dalam tubuh. Jadi semacam bisa mengontrol frekuensi sruputan. Biasanya saat kerja, kalau udah sampai setengah gelas, saya biasanya minum air putih, baru deh kalau ngerasa ngantuk, minum lagi.

Lucu ya, tubuh kita bisa mengotrol itu. Sebenernya bukan mengontrol yang gimana-gimana, jadi rasanya itu ngerasa udah nggak nyaman untuk nyruput lagi. Jadi nunggu sampe pengen atau ngantuk lagi.

Tapi tubuh kita ga bisa mengontrol kadar sakit hati, wkwk. Kadang kita terhanyut-hanyut dalam rasa sakit. Bahkan saran kawan pun kita abaikan. Hingga sampai parah banget kita baru tersadar. Hati emang bagian tubuh yang paling aneh.

ps: tidak sedang sakit hati, btw.

Immortal Beloved (1994)

Siapakah orang yang disayangi oleh Ludwig van Beethoven? Immortal Beloved mengajak kita mengikuti perjalanan Anton Felix Schindler, sahabat sekaligus sekretaris Beethoven, dalam mencari penerima surat wasiat setelah kematian Beethoven. Kita diajak mendengarkan cerita dari orang-orang yang pernah dekat dengannya. Tak banyak memang, layaknya orang jenius kebanyakan, dia punya sifat arogan yang membuat orang benci-benci suka kepadanya.

Film ini memanjakan telinga kita dengan iringan komposi-komposi Beethoven sekaligus menyiksa saat kita dipaksa untuk mendengarkan dengan telinga Beethoven. Hening. Iya, lebih dari setengah masa berkaryanya dalam keadaan kurang pendengaran hingga tuli total. Dalam keheningan itu kita dipaksa mengikuti bayangan imajinasi musik Beethoven dalam bentuk visual.

Sedikit bingung ketika banyak sekali nama untuk Beethoven, yang ternyata sebenarnya arti atau maksudnya sama. Dalam beberapa adegan Beethoven dipanggil dengan Ludwig, Louis, dan Luigi, yang setelah saya googling ternyata sama saja. Karena setting lokasi yang berbeda-beda, antar negara itulah yang menyebabkan perbedaan. Ludwig untuk wilayah dengan bahasa Jermanik, Louis Perancis, dan Luigi Itali (CMIIW).

(8/10)