Category: Though

Rekaman Hidup 2011

di penghujung tahun akhir tahun dan menjelang tahun baru  itu bagi saya kayak duduk di bioskop yg memutar cuplikan-cuplikan hal-hal yg telah saya lalui selama setahun ini. Makanya sejak pagi tadi ini saya gak keluar kamar, selain karena, si Yorin males diajak jalan-jalan, dan si Mamenk gak jadi ngajak jalan-jalan bareng Bintang Pagi, saya lebih banyak menghabiskan hari ini dengan tidur secara ganteng. Dalam tidur ini, banyak cuplikan-cuplikan mewujud serupa film.  Yak tulisan di atas sebenernya alibi biar saya gak disebut tukang tidur. ;)

Resolusi untuk tahun 2012? Continue reading

belajar dari kekalahan Indonesia

timnas U-23 hari ini 21.11.11 harus menelan kekalahannya dengan musuh bengeknya yaitu Malaysia. Untuk yang ini saya gak banyak komentar, karena U-23 udah berjuang maksimal. Well setidaknya tidak faktor X yang bisa disalahkan ;) seperti saat kekalahan waktu AFF lalu, yang lumayan menghebohkan :D. hari ini kita kalah dengan sedikit dewasa.

Nah soal, kekalahan Indonesia, yah, emang saya sadari entah kenapa Indonesia akhirnya selalu nyaris untuk sesuatu hal, nyaris menang AFF Cup misalnya, sampai kang Adhitya Mulya pernah bikin posting dengan judul “Sebuah negeri bernama Nyarissia” kalo dibaca agak miris sebenarnya, lalu kita menyalahkan siapa? saya mungkin mencoba menyalahkan diri sendiri (setelah nyari-nyari orang yang mau disalahkan).

Seperti negara yang nyaris ini, saya melihat diri saya, ternyata saya tidak lebih baik dari negara ini, jika dilihat-lihat dari pencapaian saya, kayaknya gak ada yang maksimal, nyaris semuanya; nyaris mendapatkan nomor satu, nyaris sukses, nyaris nembak cewek, nyaris jadi pacar kamu  dan masih banyak lagi. Ironisnya saya selalu merasa cukup puas akan pencapaian itu, semacam “ya, untunglah gua bisa begini, mending, dari pada enggak”. dan lebih ironis, saya sering mengulangi hal yang sama, jadinya nyaris lagi, nyaris lagi. Yaah, kita kalah, karena salah.
saya kalah, karena salah,  salah karena berpikir begitu, memang saya harus bersyukur atas apa yang telah diraih, tapi bukan berarti harus berhenti berusaha, kesalahan saya, kita, adalah selalu merasa cukup puas dan tak lagi berusaha lebih. Terus berarti usaha yang sebelumnya mubazir? ya gak juga, liat aja timnas sekarang, mainnya lebih rapi, penontonnya meski tingkahnya masih kampungan kayak gini, setidaknya sedikit dewasa.

Kalo setelah ini timnas U-23 dibina lebih bagus lagi. pasti di AFF cups 2012 kita bisa lebih baik dari Malaysia.

Kalo saya mulai hari ini dan seterusnya, berusaha lebih, pasti 2015 saya ada di Jepang. Amin ya Allah.

KITA PASTI BISA KALAU BERUSAHA LEBIH.

postingan ini asli buat menampar diri saya sendiri, yang semakin bodoh ini. lagian siapa juga yang mo baca :ngakaks

untuk diri sendiri agar lebih baik, berusaha lebih, agar mendapat hasil yang maksimal, agar bisa jadi orang sukses, agar bisa ke Jepang, terus ngelamar kamu. :o
udah ah, tidur.  pokoknye untuk diri sendiri yang lebih baik, baru mikirin Indonesia. :hammers

 

Serenade of Serenity

Autumn Aurora by *iNeedChemicalX

Sometimes I need a rest out of this world.
Sleeping on the bench, hearing symphony in serenity.
and the serenade  overflowing in the mind to forget everything.
I really need a rest.

 

——
vachzar, workplace,  21.10.2011
picture taken from here

 

 

 

Kesempatan Kedua

di

beberapa hari yang lalu saya menulis status di FB yang isinya “Kesempatan kedua itu selalu datang, tapi takkan pernah sama. akh!”

memang benar kesempatan itu memang selalu datang tapi rasanya pasti tidak akan pernah sama. seperti saat kamu mendapatkan sebuah  oleh-oleh berupa kue. Namun, sebelum sempat kamu makan, kue itu sudah dihabiskan oleh adikmu. Meskipun kemudian ibumu membelikan lagi kue yang sama, apakah rasanya sama? tentu tidak. Ada bagian dari perasaan yang membuatnya berbeda. sangat berbeda.

Sama halnya tentang Aku, Kamu dan Dia. Continue reading

sesuatu yang hilang

miss you

Sebuah kalimat pernah kuucap pada seseorang cewek yang pada akhirnya saat itulah terakhir kali kami bertemu. ”meskipun kita tak bersama, kamu akan ada di tempat yang sama, di hati saya, di bagian yang spesial,” dan setelah itu kami berpisah. Saya menemui seseorang cewek yang lain, yang mengisi bagian hati saya yang lain pula.

Namun kini, setelah semua hal terjadi, yang ada hanyalah  sebuah hati yang ter-bagi-bagi ber-lubang-lubang agar suatu saat orang yang pernah mengisinya bisa  kembali mengisinya tanpa perlu mencari-cari tempat lain lagi di hati ini.

 

gambar dari sini

langkah

sejauh saya melangkah, rasanya tiap langkah yang saya pilih adalah salah. Jika digambarkan dalam kurva hidup saya itu fluktuatif, naik turun, dan di setiap turunan memang ada kenaikan tapi diikuti juga dengan penurunan. Di setiap penurunan inilah terkadang saya mengeluh “this life is suck“,”kenapa nasib gue selalu begini?”, “apakah gue akan selalu begini?”, “apakah olga spesies baru?” Continue reading

Efek Kupu-kupu

Efek kupu-kupu (bahasa Inggris: Butterfly effect) adalah istilah untuk sebuah teori Chaos. Istilah ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal dua maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana dikemudian hari. (wikipedia)

Bahwa satu kepakan kupu-kupu bisa menyebabkan badai ditempat lain. Sebenarnya efek kupu-kupu tidak hanya untuk teori chaos. Tapi bisa juga untuk kejadian dalam hidup kita. Satu-satunya hidup saya, hehehe.  Gara-gara sering nonton film-film tentang cinta-cinta :malu: akibatnya malah ngebayangin ‘gimana kalau dulu gue begini-begitu’.

Kita tau kalau hidup itu pilihan, maka saya nyoba banyangin waktu dihadapkan pada pilihan saat itu.  misalnya waktu masuk SMP waktu itu pendaftaran SMP masih model sub rayon, jadi pilihannya cuman 2-3 sekolah per regional, dan saya dihadapkan sama dua pilihan masuk sub rayon SMPN 1 Taman atau SMPN 3 Waru. Kalau dilihat-lihat sih secara kualitas memang bagus SMPN1 tapi entah kenapa dulu saya lebih milih SMPN3 , padahal ortu nyuruh ke SMPN1, mungkin karena banyak temen SD yang kesana. nah misalnya waktu itu saya milih ke SMPN1 ceritanya bakal berbeda, saya gak bakal ketemu sama pacar pertama saya, mungkin juga nantinya saya malah masuk SMA yang berbeda dan gak bakal ketemu teman-teman SMA yang ajaib dan nasib saya sekarang berbeda. mungkin.

atau juga pas masuk SMA waktu milih sekolah sedikit bingung karena, mantan pacar saya masuk SMA X sedangkan saya mau masuk SMK yang kemudian semesta berkata lain, bahwa saya harus masuk SMA, di saat seperti itu saya mau sebenarnya masuk ke SMA X nyusul sang mantan maksudnya, tapi ortu nyuuruh nyoba masuk SMA A yang paporit di kota saya. Maka saya milih SMA A kemudian di pilihan 2 saya milih SMA X. waktu itu saya kebalik nulis pilihannya jadi SMA X lalu SMA A.  Untungnya bagian penerimaan mengingatkan yang akhirnya saya tetep masuk SMA A. coba saja kalau misalnya saya tidak jadi merubah pilihan yang kebalik, saya masuk SMA X dan mungkin saya masih pacaran sama sang mantan, mungkin aja malah udah tunangan  :wowcantik  hehehe. Kalau sekarang? haha aku nge-add FBnya aja bolak-balik di unfriend.  :(

Sebenernya masih banyak pilihan-pilihan kecil yang berefek besar kemudian dalam kehidupan saya, tapi males ngetiknya :p. Jadi sekecil apapun yg saya lakukan bisa berakibat besar di kemudian hari.  Saya sih mencoba berprinsip simpel dalam menghadapi hidup, seperti kata2 dalam film Fast Furious “hidup itu sederhana. kamu membuat pilihan, dan tak menyesalinya”. yang jelas mungkin hidup saya sekarang rasanya kurang baik, tapi setidaknya patut disyukuri dan tak perlu disesali. karena saya juga berprinsip. mungkin semesta belum merencanakan pertemuan itu. mungkin lain waktu. di lain tempat. tapi tidak hari ini. :)

*nggak jelas ya?*

Suaranya…

meski udah beberapa hari pulang dari sana.

suara lembutnya masih bermain-main di pikiran saya.

meski kami gak saling kenal.

rasanya udah lama saya kenal dia .

meski kami gak bakal ketemu lagi.

rasanya dia selalu menemui saya (dalam mimpi).

yah mungkin di lain semesta kami akan bertemu di tempat yang sama.

berbagi mimpi yang sama.

mungkin.

[Rindu] Satu bulan itu….

Satu bulan itu, tiap pagi, tepat pukul 8 pagi. Aku dengan senang hati duduk di teras rumahmu, menunggumu yang bersiap untuk PKL.

Setiap detik menunggumu menumbuhkan benih-benih rasa yang lama kupendam.

Satu bulan itu, kamu duduk di belakangku, berboncengan. jok motor yang hanya kamu satu-satunya wanita yang mendudukinya.

Satu bulan setelah itu.

Aku merasa sepi.

Aku rindu kamu.

Aku rindu saat kamu meletakkan dagumu dipundakku dan berusaha bersembunyi dari sinar matahari pagi yang sedikit menyengat.

Aku rindu saat kamu memelukku dari belakang erat sekali.

Aku rindu curhatmu yang kau bisikan di telingaku, bisikan dari surga.

Aku rindu tawa dan pukulan kecil di pundakku saat aku meledekmu.

Dan aku rindu cintamu–yang telah hilang satu bulan itu.

=====

tulisan ini saya tulis hampir satu tahun yang lalu, tak sengaja saya temukan di buku coret-coretan yang saya rasa saya gak pernah menulisnya. hohoho

gak penting ya? hehe

I really miss you