rush hours

Itu dia, itu dia, itu dia… Tapi…nggak penting. Guman saya sejurus kemudian. Sekelebat siluet berjaket merah berlalu meninggalkan seberkas bayangan, menusuk hati langsung ke kaki. Tidak penting. karena cuma bayangan. Apa bagusnya bayangan? Mustahil disentuh. Hanya numpang lewat–cepat datang cepat pergi. Tapi siluet dia menusuk-nusuk. sekujur tubuh seperti ditujesi jarum mesih jahit–halus dan cepat. Lumpuh, […]

hah?

hatiku lumpuh luluh dan melepuh terpanggang di atas pawon ah andai saja bukan karena kamu sudah ku cincang, ku tusuk, dibakar seperti sate asal tahu saja, hatiku memang rasanya gurih, tapi isinya pedih

Banjir!

jalanan biasa saya lewat banjir. tak ada nilai puitis di sini. hanya lucu saja melihat kucing berjalan berjinjit–pelan-pelan, takut– menghindari genangan air dan juga air yang jatuh dari langit. Cara kucing itu berjalan seperti saya setelah melihat kamu yang berjalan pelan-pelan digandeng dia melewati genangan air  di depan saya.

dinamis-imaji

seseorang yang DINAMIS kah saya? saya yang saking dinamisnya menyusun ulang rencana-rencana yang sudah matang, dari nol kembali, bahkan. terkadang menjatuhkan diri dalam jurang keambiguan yang suram. jika apakah saya [pernah merasa] STATIS. mungkin jawabannya IYA, kalau saya statis dalam berimajinasi. berimajinasi tanpa batas kapasitas otak. Bagi saya sangat sulit mempertahankan memori [ingatan] dari pada […]