wajahnya yang memerah…

“Kak! jalannya pelan dikit napa!?” Teriak Via, Adikku. “Kata Emak, kita harus sampe rumah sebelum Maghrib,” jawabku sambil terus berjalan. “Pelan dong! Aku kan pulang emang biasanya jam segini, tepat waktu sampe rumah!” Via masih protes. Memang sih, aku biasa menjemput Via dari tempat lesnya jam segini dengan berjalan kaki. Emak khawatir kalau Via pulang…

Hujan, Senja, dan Pelangi [isfmty – 5]

Secangkir Cappuccino berangsur-angsur mendingin di depan saya bersebelahan dengan banana split yang mencair creamnya. Di seberang saya, ada segelas jus alpukat topping coklat digenggam jemari lentik wanita yang telah lama saya kenal. Sejenak saya amati tak ada cincin yang tersemat pada jari manisnya. Ada diam di antara kami. Ternyata berpisah selama empat tahun, membuat kami…

Laron dan Keajaiban Musim Hujan [isfmty – 4]

Hujan selalu menjadi musim penuh keajaiban bagi saya di waktu kecil. Hal-hal ajaib itu antara lain, hujan-hujanan, mandi di genangan air,  suara-suara katak (jomblo) yang mencari jodoh, Pelangi, dan Laron.  Satu hal yang selalu saya tunggu adalah munculnya laron, bahasa Indonesianya, anai-anai, atau ratu rayap. Laron bisa muncul di pagi hari atau malam hari, tapi…

Lagu Biasa – Chairil Anwar

Di teras rumah makan kami kini berhadapan Baru berkenalan. Cuma berpandangan Sungguhpun samudra jiwa sudah selam berselam Masih saja berpandangan Dalam lakon pertama Orkes meningkah dengan “Carmen” pula. Ia mengerliang. Ia ketawa Dan rumput kering terus menyala Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi Darahku terhenti berlari Ketika orkes memulai “Ave Maria” Kuseret ia ke sana….. Maret…