aku tau (masalah) kamu

“Kamu kenapa lagi?” Tanyaku pada Icha yang masih sesegukan di sudut kamar kosku sambil membenamkan wajahnya pada bantal favoritnya. Entah sejak kapan dia punya hobi seperti ini.

“gara – gara … hiks … hiks… hwaaaa” Wajahnya semakin tenggelam dalam bantal. Aku jadi punya kerjaan tambahan, menjemur bantal itu besok.

“Pasti gara-gara Re? ya kan?”

“kok-kok tau? hiks … hiks?” masih di dalam bantal.

“Aku selalu bisa menebak masalahmu. Gue gitu loh. hahaha”

“hiks hiks hiks”

“Udah putusin ajalah, masih banyak cowok yang lebih baik.” Dalam hati, Aku misalnya.

“Udah tadi…hiks…hiks…hiks…”

“Nah bagus tuh. Udah gak usah nangis, yang bisa kasih perhatian sama kamu banyaaaak!” Aku misalnyaaa.

“Hiks.. cowok tuh sama aja, Mas.”

“hahaha. Gak semua Dek.”

Wajahnya kini terangkat, sambil menatapku yang sedari tadi menatapnya. Ingin sekali mengusap sisa air mata di pipinya.

“Ah, kenapa ya gak ada cowok sebaik kamu, mas.”

“Hehehe”

“Kamu baik banget, mas. Mau bantuin aku apa aja. Sampe aku anggep kakak sendiri”

JDEEERR!!

Sepertinya, aku sendiri yang gak pernah tau masalahku. [*]

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *