aku tau (masalah) kamu

“Kamu kenapa lagi?” Tanyaku pada Icha yang masih sesegukan di sudut kamar kosku sambil membenamkan wajahnya pada bantal favoritnya. Entah sejak kapan dia punya hobi seperti ini. “gara – gara … hiks … hiks… hwaaaa” Wajahnya semakin tenggelam dalam bantal. Aku jadi punya kerjaan tambahan, menjemur bantal itu besok. “Pasti gara-gara Re? ya kan?” “kok-kok…

unreachable

Dia di sana, duduk di bangku baris pertama, dan aku selalu duduk baris paling belakang di dalam angkot perjalanan pulang dari sekolah. Angkot minibus yang sering disebut elf atau bison ini bagian terbagi tiga baris kursi dan satu baris yang menghadap ke belakang. Spot favoritku adalah baris ketiga paling kiri dekat jendela dan pintu keluar….

Tentang Bermain Hati

Selingkuh nggak pernah sekalipun terlintas dalam pikiranku, meski sering kali aku lihat di sinetron-sinetron yang setiap malam, terpaksa, aku tonton karena remote TV disekap oleh emak. Mungkin, akan kuceritakan bagaimana awal mula aku bisa terperangkap dalam permainan berbahaya, yang konon katanya lebih berbahaya dari pada menggosok gigi macan yang sedang berpuasa.

Roti dan Selai Kacang

“Cobain deh gimana rasanya… ” dia mengoleskan selai kacang di atas roti bekal yang aku bawa dari rumah. Kugigit kecil rotiku, dan hmm… rasanya uenak tenan. Itulah awal pertemuanku dengan Pia. di suatu sesi makan siang acara MOS SMA. Pia kebetulan satu kelompok denganku karena punya hobi yang berkaitan kami jadi cepet nyambung. Aku suka…

Bugh!

Sebuah pukulan keras mendarat di pipi saya. Badan saya langsung terhuyung-huyung, seketika langsung jatuh ke lantai. Mulut saya  terasa amis. Darah. Rasa perih terasa di pipi saya. Genggaman erat tangan Rahne yang tidak berubah sejak kami bergandengan tangan tadi. Dia menahan tubuh pria yang memukul saya. Pria yang saya kenal betul. Malah mungkin Rahne lebih…