Category Archives: (semacam) Puisi

di suatu malam

lalu hujan jatuh di pertengah kemarau
barangkali membawa rahasia
rintik-rintik rindu yang teselip
di antara jari-jari bando merah

sekelebat saja lewat, hujan yang usil
Kita entah sampai kapan duduk di sini
Menikmati hening masing-masing
dan dua cangkir coklat yang mendingin

====

2013-08-30
di suatu malam setelah membaca puisi sapardi djoko damono yang berjudul ‘di restoran’ dan kemudian tetiba turun hujan.

Lagu Biasa – Chairil Anwar

Di teras rumah makan kami kini berhadapan
Baru berkenalan. Cuma berpandangan
Sungguhpun samudra jiwa sudah selam berselam

Masih saja berpandangan
Dalam lakon pertama
Orkes meningkah dengan “Carmen” pula.

Ia mengerliang. Ia ketawa
Dan rumput kering terus menyala
Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi
Darahku terhenti berlari

Ketika orkes memulai “Ave Maria”
Kuseret ia ke sana…..

Maret 1943

di balik selimut

:P

di balik selimut, senyumnya tersembunyi.
menyisakan mata indah tertutup poni.
‘sayang, selamat pagi’
itulah kalimat yang kunanti.
meski hanya mimpi.
:hammer:

==========
vachzar,23.11.2011

picture from here