Menjaga hati

Salah satu bentuk mimpi saat tidur yang menjengkelkan adalah mimpi diomongin orang. hhha. Aku pernah beberapa kali mimpi itu. Endingnya suka lucu tapi tetep jengkel gitu, seperti, nabok orang yang bergosip pake duit. Sejujurnya sih udah lama nggak mimpi menjengkelkan seperti itu. Tapi ini beda, karena ‘pemeran’ pergosipan yang biasanya berwujud tetangga, kali ini berupa ibu-ibu di tempat kerja. Gosipnya sendiri tidak diarahkan kepadaku, tapi ke pasangan. Namanya juga mimpi kali ya, ngapain juga pasangan ada di kantor. wkwk.

Adalah tentang kami yang masih berdua bahan bergosipan itu. Yang entah kenapa meski ditujukannya kepada pasangan, tapi nyeseknya juga kerasa padaku. Sakit sekali di hati. Maka saat terbangun dari tidur, aku jadi termenung. Apakah pasanganku pernah merasakan sakit seperti ini? aku pun semakin bertanya-tanya, jangan-jangan emang iya, tapi cuman dia pendam aja. Aku teringat hal-hal penting yang kupikirkan sebelum memutuskan untuk menikahinya. Salah satu hal yang kupikirkan adalah bahwa setelah menikah, yang kujuga bukan hanya satu hati, bukan hanya hatiku saja tapi hatinya, keluarganya dan hati orang di sekelilingnya.

Kita pasti mendengar sebuah ungkapan, “kebahagiaan akan hilang ketika kita mulai membandingkan hidup kita dengan orang lain”. Tapi menurutku ada juga hal yang berefek sama. Kami ini bahagia-bahagia saja, tapi “kebahagiaan akan hilang ketika orang lain mempertanyakan apa yang tidak kita punya”. Tentu saja kalian bisa bilang, omongan orang ngapain didengerin. Kalau padaku sih ya tidak ngefek, tapi aku sadar banyak orang yang tidak bisa begitu saja mengabaikan perkataan orang lain, apalagi yang terdengar negatif.

Yang jelas, aku selalu berhati-hati menjaga perasaannya, bahkan untuk hal sepele seperti memilih film untuk ditonton bersama. Apalagi kalau filmnya bertema keluarga. Sebisa mungkin aku memilih film atau paling tidak saat suasananya benar-benar baik. Meski kadang juga ada yang mis seperti saat kami menonton film Instant Family tapi ya untungnya suasananya biasa saja jadi tidak ada kesan yang gimana-gimana.

Menjadi pacar itu fana, menjadi pasangan hidup itu belajar selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *