Kesempatan Kedua

di

beberapa hari yang lalu saya menulis status di FB yang isinya “Kesempatan kedua itu selalu datang, tapi takkan pernah sama. akh!”

memang benar kesempatan itu memang selalu datang tapi rasanya pasti tidak akan pernah sama. seperti saat kamu mendapatkan sebuah  oleh-oleh berupa kue. Namun, sebelum sempat kamu makan, kue itu sudah dihabiskan oleh adikmu. Meskipun kemudian ibumu membelikan lagi kue yang sama, apakah rasanya sama? tentu tidak. Ada bagian dari perasaan yang membuatnya berbeda. sangat berbeda.

Sama halnya tentang Aku, Kamu dan Dia.

Dulu kita diberi kesempatan bersama. mungkin aku yang salah, mungkin kamu yang salah, dan mungkin kita berdua yang salah. Lalu kita berpisah tanpa sepatah kata.

dan tiba-tiba kemudian kamu memberi kesempatan kedua agar kita bisa bersama. Sayangnya, rasa itu tak lagi sama, ada bayang-bayang si dia hadir mengintervensi kesempatan yang kamu berikan, meski telah kuambil tapi akhirnya aku tinggalkan karena dia. Aku meninggalkanmu

hari ini aku mencoba merasa-rasa apakah ada kesempatan berikutnya. Kukirim pesan padamu dengan kail tanda tanya diujung-ujungnya. Dan kamu membalas dengan kail yang lebih banyak. kubalas dan jawab semua kailmu. Dan pesan itu pun berhenti, tak berbalas.

dan status facebook saya kemudian “sepertinya dia hanya memastikan aku tak berada di sekitarnya. kemudian sms tak berbalas #krik #kode”

gambar dari sini

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *