Koala Kumal: tentang sesuatu yang tak lagi sama

Baru sempat menulis tentang buku ini.  Udah 3 tahun lebih Raditya Dika tidak menulis buku dan lebih memilih mencoba hal baru, standup, main film dan jadi sutradara. Isi bukunya tetep berisi tentang keresahan dia, khususnya tentang cinta. Premis buku ini cukup menarik, karena terinspirasi dari sebuah foto seekor koala yang lagi iseng maen ke hutan sebelah dan pas balik hutannya sendiri udah berubah. Tentang hal-hal yang kita dulunya sangat terbiasa, lalu kita tinggalkan, dan pas kembali ternyata hal itu sudah berubah.

Nah kemarin ada kejadian yang saya inget untuk nulis tentang buku ini, saat nggak ada lauk di rumah, saya mencari apa yang bisa ditambahkan buat nasi dan tempe saya di piring ini. Kebetulan mayonnaise mayumi yang saya beli kapan hari udah habis.

Lalu adek saya nimbrung “mau dikasih mayo?”

“Hah? Emang ada?”

Adek saya menunjuk lemari dan di dalamnya ada mayones botolan merek mamamintapulsasuka. Dulu, saya pikir mayones ini udah habis, eeeh ternyata tempatnya dipindahin sama ibuk.Inilah alasan kenapa saya suka sebel kalo ibuk merapikan kamar saya yang berantakan. Karena seberantakan kamar saya, saya tau lokasi benda yang saya taruh.

Oiya, tentu saja mayonesnya nggak seperti yang dulu lagi. Yaiyalah udah expired sejak Juni 2014. Baunya kek bau ketek gorila :ngakaks

Ngomongin tentang yang nggak lagi sama, jadi inget tahun kemarin itu saya kontakan lagi dengan Yorin, dan ya gitu itu… rasanya bertemu dengan orang lain. Semua hal memang selalu berubah.

Hal yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri

(4/5)

2 thoughts on “Koala Kumal: tentang sesuatu yang tak lagi sama”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *