langkah

sejauh saya melangkah, rasanya tiap langkah yang saya pilih adalah salah. Jika digambarkan dalam kurva hidup saya itu fluktuatif, naik turun, dan di setiap turunan memang ada kenaikan tapi diikuti juga dengan penurunan. Di setiap penurunan inilah terkadang saya mengeluh “this life is suck“,”kenapa nasib gue selalu begini?”, “apakah gue akan selalu begini?”, “apakah olga spesies baru?”

Karena pertanyaan-pertanyaan di atas, akhirnya saya mencoba berpikir kebelakang, bagaimana hidup saya ini. Ternyata ya gak sucksuck amat, atau malah lebih tepatnya gak ada hal buruk yang terjadi. Semua ‘penurunan’ itu tercover dengan ‘kenaikan’. Cuman sebagai manusia emang saya aja yang kurang bersyukur saat hal baik datang, malah cuman mengeluh saat hal buruk datang.

dan beberapa hari kemarin tiba-tiba aja nemu kata yang keren yang akhirnya saya kutip di status FB.

“apa yang kamu lakukan, kalau pilihan yang kamu pilih itu salah? kalau saya sih ya dinikmati aja, karena bagi saya ‘hidup itu bukan semua sebuah perlombaan untuk dimenangkan, tapi sebuah perjalan untuk dinikmati’ *slogan orang males*”

emang bener kan? kalau salah yang dinikmati aja. seperti kata pepatah, “Hidup itu seperti bersepeda, agar tidak jatuh kita harus tetap maju, biar pun jalan yang kita lewati banyak batunya (kecuali kalau di depan ada jurang)” atau seperti kata orang yang pernah saya baca/dengar, “Hidup itu seperti diperkosa, kalau gak kuat ngelawan, ya…..nikmati aja” :hammer:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *