someone’s happiness in your hands

“kayaknya gue gak bakalan nikah, I don’t believe any shit about it” kata gue memecah keheningan barusan. “tapi gue percaya tentang living together, share the same feeling

“Terus, lo mau kumpul kebo gitu? emang lo lupa apa lo tinggal di mana?” Sanggah Ilalang dengan cepat.

“Hmm, iya, kayak gitu lah, tempat ini terlalu kuno aja, menurut gue. Setidaknya gini deh, dua orang yang jatuh cinta kenapa gak bisa langsung menikah tanpa persetujuan dua keluarga? yaelah ini masalah 2 hati bukan orang sekampung. Bibit bebet bobot, Ini lah, itu lah, fak with that. Pantes aja orang-orang sini suka ngurusi masalah orang. dulu kawinnya juga diribetin banyak orang kali.”

“hahah, mentang-mentang nikahan lo gagal, lo jadi sensi amat. Gini ya mas Langit, terus mau kamu apa?” tanya Ilalang sarkastik.

“Ah lo kayak gak kenal gue aja, gue ini males ribet, jadi selama menjalin hubungan itu ribet, dan ribetnya karena faktor lain. Gue ogah. Paham tidak sodari Ilalang?”

“Oh gitu ya? Lo egois dong?”

“Egois apaan? Justru mereka yang merecoki hubungan, termasuk orang tua, itu yang egois. Gak ada hubungannya ngikut molo”

“OK, I agree with that, tapi egois yang gue maksud bukan itu, tapi yang lain?”

“apa?” gue penasaran sama opini Ilalang yang emang terkadang mengejutkan.

“Egois aja kalo lo gak mau nikah, gara-gara hal sepele kayak gitu. Elo tau kan kalo kita semua ini udah punya jodoh? Kalo elo mutusin gak bakal nikah, elo egois, terus orang yang jadi jodoh lo bakal nikah apa siapa? lo sekarang ini sedang membawa kebahagiaan seseorang dalam genggaman lo. Lo harusnya berusaha lebih keras donk.”

“Wuih, jenius opini lo. Hahaha. Berusaha? Udah kok, Kalo gue harus berusaha, terus jodoh gue yang elo sebutin itu harusnya berusaha juga dong? Mana coba gue gak pernah ketemu jodoh gue itu keliatan usaha?”

“Masa lo gak pernah nyadar? udah berkali-kali!”

“hah? siapa? mana?” gue menoleh kanan kiri dan mendekati Ilalang.

“Yaudah, sini, kasih ke gue kebahagiaan yang elo bawa!”

entah kenapa kemudian gue tersenyum lebar saat jemarinya mengisi ruang kosong diantara jemari gue. Kemudian *cup!*

========================
semacam cerpen. vachzar 21.08.2012

2 thoughts on “someone’s happiness in your hands”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *