Tembok

city-walls-164825_640[1]

ada tembok di sekelilingmu.

Yang dulu aku percaya, suatu hari nanti bisa kurobohkan.

atau motivasi lain, seperti kata Arai di Novel sang pemimpi:

“aku hanya melempari tembok itu dengan tanah liat.
apakah temboknya akan runtuh? ENGGAK!!
Tapi akan membekas di sana.
di hatinya.”

dulu, aku percaya itu.
mungkin sampai sekarang.
mungkin.

///
draft sejak 11 February 2013
sebelum sama Ara. mau saya lanjutin tapi lupa maksudnya apa. hhha

One thought on “Tembok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons